Senin, 16 April 2012

Menjadi RAJAWALI

Kita semua memiliki bakat wirausaha yg tersembunyi di dalam diri kt sejak lahir. Tetapi seiring bertambahnya usia kt sama sekali lupa akan kemampuan tsb. Lingkungan disekitar kita sangatlah berpengaruh u/ menentukan apakah kt akan dpt menggunakan kemampuan tersembunyi tsb.

Seekor rajawali secara tdk sengaja menjatuhkan telurnya ke kandang ayam. Jadilah anak rajawali tersebut dibesarkan oleh induk ayam. Bersama anak ayam yang lain, dia diajarkan mencari cacing menggunakan cakar mereka dan selalu diajarkan bahwa walau mereka punya sayap tapi mereka tidak bisa terbang.
 
Rajawali tumbuh dewasa.. Melihat seekor burung besar yang sangat indah sedang terbang tinggi diangkasa dengan gagah perkasa. "Andaikan aq bs sprt burung2 itu"..

Seberapa sering, ketika masih kecil, kita memiliki ide yang kita pikir sangat menarik dan layak untuk didalami, tetapi orang tua menyuruh kita untuk diam?

Seberapa sering ketika kita menjawab pertanyaan guru disekolah jawaban kita dianggap salah dan mereka pikir kita tidak cukup belajar?

Seberapa sering kita mencoba untuk berwirausaha tapi banyak teman mengolok-olok dan menyarankan kita untuk kembali menjadi karyawan biasa?
 
Masih bisakah untuk berubah jadi RAJAWALI?? Tinggalkan kandang Ayam dan mulai berteman dengan RAJAWALI. Dari sana Anda akan menyadari bahwa Anda juga bisa terbang dan terbang bukan hanya untuk mereka yang terpilih. Anda adalah seekor Rajawali sejak Anda lahir! Anda berhak untuk TERBANG!!

Cari dan jadilah Rajawali yang sesungguhnya!!












~ chilo ~

Jalankan 4 untuk Wirausaha

Tidak jarang kita sering menjumpai seseorang yang mengatakan, "Saya akan mencoba berwirausaha suatu saat nanti." Tetapi ketika ditanya di lain waktu, orang tersebut masih mengatakan "suatu saat nanti." Alhasil mayoritas dari mereka justru  tidak pernah mewujudkan niatnya tersebut.

Kebanyakan dari orang kerap dibayangi oleh kekhawatiran akan risiko ini itu. Pikiran orang bahwa usahanya akan gagal sering kali lebih besar ketimbang keinginannya untuk menjadi pengusaha. Menurut Forbes, kemampuan untuk mengambil risiko untuk berwirausaha, sangat sedikit hubungannya dengan kepribadian seseorang. Mengambil risiko untuk berwirausaha lebih besar hubungannya terhadap bagaimana kemampuan aksebilitas dan bagaimana dia mengenal pengalaman berwirausaha.

Mereka yang dapat membayangkan dirinya sedang menjalankan bisnis, dialah yang sering bisa mewujudkan niat wirausahanya. Sedangkan mereka yang selalu dibayangi kekhwatiran bahwa wirausaha adalah sebuah hal yang menakutkan, yang penuh risiko, akhirnya tidak pernah mewujudkan niatnya.

Berikut empat tips yang diharapkan bisa membantu mewujudkan niat wirausaha Anda:

Pertama, cari teman-teman baru. Salah satu cara terbaik untuk mempelajari wirausaha adalah dengan berteman dengan sejumlah pengusaha. Tidak musti berteman dengan pengusaha yang kaya, tetapi bertemanlah dengan pelaku usaha yang biasa di mana dia bekerja untuk dirinya sendiri. Mulai dengan bergaul dengan pengusaha yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Itu bisa membantu menciptakan pemikiran, "Jika mereka bisa, maka saya juga."

Bertemulah dengan pelaku usaha dari berbagai industri. Semakin beragam gaya kewirausahaan yang ditemui, maka semakin kaya pengalaman kita.

Lantas bagaimana jika kita tidak kenal satu orang pun pengusaha? Mulailah bertanya dengan orang-orang untuk mengenalkan Anda ke sejumlah pengusaha. Bisa juga dengan mengikuti sebuah kelompok lewat LinkedIn atau Facebook. Cari teman pelaku usaha dari sana. Siapa tahu Anda bisa banyak bertemu pengusaha lewat jejaring sosial tersebut.

Kedua, pilih sejumlah pelaku usaha sebagai panutan. Pelaku usaha yang dijadikan contoh kiranya yang sudah terbukti kesuksesannya di dunia usaha. Mungkin kita tidak bisa berbincang dengan mereka secara dekat, tapi kita bisa melakukan analisa kesuksesannya. Kita bisa memilih sejumlah merek ataupun perusahaan yang kita sukai.

Lalu, coba telaah pemilik usahanya melalui banyak hal seperti situs perusahaannya dan profil pengusahanya di media atau artikel lainnya. Bahkan mungkin ada buku mengenai otobiografi pengusaha tersebut yang bisa kita baca. Pelajari kepribadiannya dan gaya kepemimpinannya yang telah sedemikian rupa membentuk mereka atau perusahaan yang dijalankannya.

Ketiga, coba senangi bisnis kecil sebagai seorang pelanggan. Selain berteman dengan pengusaha, penting juga untuk berhubungan dengan bisnisnya. Tidak perlu langsung berpikir sebuah bisnis besar. Coba lirik sebuah bisnis kecil atau bisnis yang baru saja dimulai yang Anda sukai.

Cari tahu pengalaman atau cerita pemilik usahanya. Apa yang mereka lakukan untuk menjadi berbeda. Lantas berpikirlah sebagai seorang konsumen karena dengan cara itu Anda bisa tahu apa yang menarik yang kiranya bisa diambil sebagai masukan untuk usaha Anda.

Keempat, melawan mitos berbicara bisnis. Maksudnya, sering kali calon pelaku usaha berpikir bahwa dibutuhkan pengetahuan dan keahlian yang mumpuni untuk memulai usaha. Padahal tidak perlu menjadi lulusan MBA untuk berwirausaha.

Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan berbisnis? Coba berlangganan sebuah majalah bisnis dan baca sesuatu yang Anda suka. Melalui hal itu, Anda bisa melihat bagaimana seseorang mengembangkan bisnisnya ataupun bagaimana menangani suatu masalah dalam berbisnis.

Jika Anda telah mulai berteman dengan pelaku usaha, belajar banyak dengan membaca apa pun, berpikir lebih mengenai seperti apa menjadi seorang pengusaha, maka Anda akan tahu bahwa berbisnis tidak semenakutkan yang Anda pikir selama ini. Anda pun tidak perlu menunggu suatu waktu untuk menjadi wirausahawan, tapi sesegera mungkin.


Sumber : Forbes

6 Tips Menjalani Bisnis Secara Edan

Artikel ini dapat anda baca sebagai lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu Ide dan Tantangan. Dengan mengandalkan otak manusia sebenarnya kita dapat mengeksplorasi sebuah ide yang benar-benar unik dan luar biasa. Bahasa kerennya sekarang memulai bisnis tanpa modal. Sebenarnya bukan tanpa modal tapi pakai OTAK. Jadi anda punya OTAK nggak? Bila merasa punya OTAK, yuk lanjut…..hehhehe…

Saya benar-benar kagum kepada JK Rowling sang penulis novel dan film laris Harry Potter. Yang benar-benar hanya mengandalkan pena, computer dan sentuhan imajinasi. Dapat menghasilkan karya yang benar-benar luar biasa. Bukan hanya luar biasa tetapi dapat membalikkan kehidupan begitu cepat. Dari seseorang yang hanya biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Jutaan dolar sudah mengalir begitu deras ke kantongnya.

Ah, seandainya kita semua mampu seperti JK Rowling? Apakah mampu? Yo, tentu saja mampu. Dia manusia, saya dan anda juga manusia. Bedanya? JK Rowling mampu memberdayakan Potensi SDM yang Tuhan berikan secara GRATIS. Lha, saya ini hanya baru sebatas TAHU dan MENGERTI saja.

Ketika ada ide memulai bisnis. Mulai deh pikiran menjadi cenat-cenut kayak bebek. Terbayang kesulitan-kesulitannya. Mulai dari malas, nggak ada modal,  bukan keturunan pengusaha, nggak ada nasib buat jadi pengusaha. Terakhir nyalahin Sang Pencipta. Aduh kok begini sih diriku selama ini?

Syukurlah doaku terjawab. Ketika aku bertemu dengan salah seorang pengusaha sukses yang mau mengajari diriku. Bagaimana memulai bisnis yang baik dan benar? Dan sebagian sudah saya tweet melalui @dak1973.

Kunci 1 # : Mulailah dari yang kecil, tapi fokus pada hasil yang besar

Ini sebagai Mindset Dasar bila mau jadi seorang pebisnis yang tangguh. Sesuatu yang kecil bila kita lakukan secara konsisten dapat membuat kita menjadi kaya. Bila anda sebagai seorang pedagang, tidak punya produk yang bagus. Cobalah mencari orang yang mampu menghasilkan produk yang bagus. Ajak kerja sama. Bila perlu anda pasarkan produknya. Walaupun untungnya masih kecil. Tidak masalah, itu bagus buat anda memulai bisnis..

Kunci 2# : Tindakan yang secara konsisten akan membuahkan HASIL

Ini yang sering dilupakan setiap orang. Kebiasaan pengulangan adalah salah satu  kunci untuk membuat anda bertumbuh. Dengan sabar dan tekun anda butuh dan perlu konsisten kepada sebuah bisnis dulu. Biarkan dia besar dan tangguh. Jangan pernah melihat rumput tetangga lebih hijau. Fokus kepada bisnis Anda dan buatlah jadi besar.

Kunci 3# : Fokuslah pada solusi bukan masalahnya

Manusia hidup dengan masalah. Jadikan setiap masalah adalah sebagai sebuah bagian dari perjalanan bisnis anda.

Ada pengusaha yang demikian heboh ketika karyawannya tidak dapat diatur jam kerjanya. Dia mulai gelisah dan khawatir. Mulai memikirkan mengapa karyawannya kok dapat berbuat begitu. Bukan hanya satu karyawan melaikan hampir seluruh karyawannya berbuat demikian. Si pengusaha sibuk mencari mengapa masalah ini dapat terjadi kepada perusahaannya. Mulai dari jasa konsultasi bisnis berskala local dan nasional sudah dicobanya semua. Tapi hasilnya nol besar.

Sementara itu ada pengusaha lain yang demikian santainya. Setiap pagi dia cukup berkoordinasi dengan para managernya. Baik bertatap muka ataupun cukup melalui telepon. Dia percaya kepada setiap managernya bahwa setiap masalah mempunyai solusinya.

Bila anda sebagai pengusaha fokuslah kepada solusi menyelesaikan masalah. Bukan focus kepada masalahnya. Daripada menyalahkan salah siapa, banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Alangkah baiknya dicarikan solusinya secara bersama.

Kunci 4# : Satu orang hanya satu ide, satu TEAm bertabur IDE

Ini bagian yang paling penting. Sebagai seorang pengusaha kita sering kehabisan ide. Mentok gitu lho? Gimana jalan keluarnya? Gampang kok. Kumpulkan team dari perusahaan anda. Paparkan masalah yang dihadapi. Bila ada ide yang nyeleneh dan aneh sumbangan dari karyawan anda. Berikan Gratis coklat satu batang, Gratis biaya pulsa selama sebulan, GRATIS makan siang bersama direksi selama seminggu, GRATIS antar jemput dari rumah ke kantor pakai mobil yang mewah…..anda boleh tambahkan beberapa ide yang lain. Semakin aneh ide tersebut semakin baik.

Dengan cara saling sumbang ide dari karyawan. Mulai dari paling rendah, setingkat office boy sampai direksi. Membuat perusahaan anda menjadi kuat rasa memilikinya. Dan percayalah yang namanya ide tidak ada habisnya. Apalagi ide berjemaah.

Kunci 5#: Menjalankan sendiri hanya membuat pusing, menjalankan bersama-sama membuat kita senang dan jalan-jalan

Bila semua bisnis itu tergantung sama direkturnya. Wah, mungkin direkturnya dapat turun berat badannya. Alangkah baiknya anda delegasikan kepada beberapa orang tepat. Kuncinya adalah percaya.

Coba lihat di beberapa pasar dan toko tradisional. Yang masih dikelola secara turun temurun. Walaupun tokonya maju. Biasanya yang empunya toko semakin terikat dengan kursinya. Padahal nggak ada talinya lho. Setiap hari harus buka. Mulai dari order barang, melayani pembeli, pembukuan, buka dan tutup toko. Semuanya dilakukan empunya toko atau keluarganya. Walaupun dia punya uang tapi tidak dapat senang-senang.

Ubahlah konsep bisnis ini secara perlahan-lahan. Biar semakin maju, anda semakin bebas dari waktu. Sehingga bisnis anda jalan, anda dapat jalan-jalan. Kok ada uang, nggak dapat dinikmati. Kacian deh lo…

Kunci 6#: Menjalankan bisnis tu seperti mendandani wanita cantik sehingga banyak pria yang datang mendekat

Wanita yang cantik tu banyak didekati pria. Cobalah lihat kondisi kantor anda mulai dari perabotannya, kebersihan kantor, suasana ruangannya, bagian pelayanan dll. Bila anda sebagai tamu apakah anda nyaman datang ke kantor anda sendiri? Kira-kira apa saja yang perlu anda upgrade di kantor supaya orang betah berkunjung dan membeli di kantor anda?

Mungkin saja dengan melakukan pengecatan ulang, berikan warna-warna yang dapat membikin fresh. Atur ulang susunan meja di kantor, bila perlu coba lihat karyawan-karyawan yang berhadapan langsung dengan konsumen anda. Mulai dari cara berkomunikasinya, penampilannya, bahasa tubuhnya apakah masih pas dengan target market anda?

Bila ada yang kurang cocok. Cobalah upgrade. Mulai dari tata busananya, penampilannya, cara berkomunikasi dll.  Bila sudah waktunya anda mengirim file dengan internet, cobalah mulai mempersiapkannya. Karena kecepatan juga menjadi factor penentu dalam berbisnis di zaman sekarang.

Inilah beberapa ide yang saya dapatkan dalam mulai berbisnis. Mungkin beberapa ide ada kurang pas buat anda. Tidak masalah. Namanya juga berbagi. Selamat berbisnis.