Tampilkan postingan dengan label Marketing Communication. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketing Communication. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 April 2012

Kelebihan dan Kelemahan Komunikasi Tatap Muka

Di era modern saat ini, manusia tetap saja tidak bisa lepas dari yang namanya aktivitas komunikasi. Karena proses ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu, maka komunikasi adalah salah satu aspek yang selalu melekat dalam diri manusia. Baik melalui bahasa tubuh ataupun melalui media verbal dan media-media lainnya. 

Salah satu komunikasi yang sudah ada sejak dahulu kala adalah komunikasi tatap muka. Komunikasi tatap muka atau yang biasa disebut komunikasi intrapersonal ini sebuah komunikasi secara langsung bertemu antar manusia atau individu untuk menyampaikan pesan, baik secara verbal maupun non verbal. Ataukah dengan menggunakan kata-kata maupun dengan menggunakan simbol-simbol yang saling diketahui melalui perantaraan indera manusia itu sendiri (tatap muka). 
 
Dewasa ini, manusia sebagai makhluk sosial harus bisa menjalin interaksi sosial dengan manusia atau individu lain. Hal ini disebabkan karena individu bersangkutan hidup ditengah-tengah masyarakat sosial. Dimana individu diharuskan mau atau tidak mau untuk menjalin relasi dengan individu lainnya. Cara yang paling sering digunakan adalah dengan proses komunikasi tatap muka. Walaupun sebenarnya komunikasi tatap muka tidak akan efektif untuk menjalin relasi atau hubungan bila lawan bicaranya tidak ada depan kita.
 
Kelebihan dari komunikasi intrapersonal adalah sangat efektif, dimana kita bisa langsung melihat respon dari lawan bicara secara verbal maupun non verbal. Sehingga bila kita melihat respon atau umpan balik yang diberikan bersifat positif, maka pesan kita dapat diterima secara jelas oleh lawan bicara/komunikan dan kita pun dapat memberi respon balik serupa. Sedangkan bila umpan balik atau respon yang kita berikan sebagai komunikator itu bersifat negatif, maka kita harus memperbaiki cara penyampaian pesan yang dimaksud.
 
Sedangkan kelemahan dari komunikasi tatap muka adalah tidak efisiennya waktu. Karena antara komunikator dan komunikan harus bertemu dalam tempat yang sama, dalam waktu yang sama. Mengapa diharuskan harus bertemu dalam tempat dan waktu yang sama? Dikarenakan untuk dapat melihat langsung respon atau umpan balik yang kita berikan. Walaupun dari komunikator sendiri harus menyesuaikan secara tempat dan waktu.
 

Bila dibandingkan dengan komunikasi bermedia. Komunikasi ini jauh lebih efisien dalam hal waktu dan tempat karena bisa menjangkau komunikan yang lebih banyak. Alat yang digunakan pun juga banyak, mulai dari handphone, radio, TV, majalah, suratkabar. Kemudian ditambah dengan kemunculan internet. Mulai dari memberi pesan, mencari berita, dan diskusi semua bisa dilakukan dengan alat-alat diatas. Walaupun sebenarnya komunikasi bermedia sendiri tidak dapat melihat umpan balik atau respon secara langsung.
 
Antara komunikasi bermedia dengan komunikan sendiri terdapat komunikasi virtual yang menjadi dimensinya. Seperti dalam situs-situs jejaring sosial seperti facebook, friendster, email, yahoo messenger, chatbox dan lain-lain. Masyarakat dewasa ini pun lebih senang menggunakan pesan pendek atau sms (short message service) untuk membalas umpan balik yang diterima. Waktu menerima pesan pun menjadi lebih cepat. Kebanyakan manusia pun sudah beranggapan bahwa semua hal yang berbau instan, baik dari makanan sampai cara berkomunikasi lebih menyenangkan. Menganggap menggunakan media tradisional seperti surat, hanya menghabiskan waktu. Anak muda saat ini pun sering berkomunikasi dengan temannya dengan menggunakan pesan chatting.
 
Dan jangan lupa, alat-alat tadi pun menurut saya pribadi sebenarnya hanya bersifat fungsional saja. Seperti untuk mengecek keberadaan seseorang, mengecek persetujuan waktu, persetujuan tempat atau mengetahui situasi dan kondisi sebuah tempat semata. Jangan sampai terlarut didalamnya hingga menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Masih ingatkah akan beberapa kasus penculikan remaja pasca boomingnya situs jejaring sosial? Ya, disitulah letak kesalahan individu tadi. Dimana si individu lebih mempercayai orang yang baru dikenal lewat situs jejaring sosial daripada orang-orang disekitarnya.
Dan yang lebih aneh lagi adalah munculnya sebuah pemandangan yang aneh, sebagai contoh adalah dimana dua orang yang sedang duduk berjejer secara fisik lebih memilih untuk berkomunikasi lewat alat komunikasi tadi. Lebih lucu lagi adalah ada sebuah keluarga yang berkomunikasi menggunakan alat komunikasi tadi walaupun dalam satu bangunan. 

Sikap-sikap seperti yang kalau boleh saya menyebutkan sebagai sikap ”autis” yang dapat merubah bahkan menurunkan kepekaan sosial di sekitar yang jelas-jelas terlihat nyata.
Oleh karena itu, menurut saya lebih baik menggunakan alat komunikasi secara bijak dan jangan terlalu mengikuti arus mainstream yang sedang terjadi. Karena bila kita tidak kuat, maka kita terbawa arus itu sendiri.




~ chilo ~

Strategi Promosi Melalui Pameran

Salah satu strategi promosi yang sering digunakan para pengusaha untuk mengenalkan produk mereka yaitu dengan mengikuti pameran. Pameran merupakan ajang untuk mengenalkan produk dan ajang untuk meningkatkan penjualan dengan menjaring konsumen sebanyak – banyaknya.

Berkembangnya event pameran yang diadakan pemerintah maupun berbagai perusahaan event organizer, memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usaha kecil. Sebagian besar UKM mengalami kesulitan dalam memasarkan produknya, selain itu ketatnya persaingan bisnis juga memaksa mereka untuk mempromosikan bisnisnya ke pasar. Dengan adanya pameran, para UKM dapat mempromosikan produk mereka langsung dengan terjun melihat peluang pasar bagi produk mereka.

Selain itu pameran juga memberikan banyak manfaat bagi usaha Anda, bila ingin mengetahui manfaat pameran bagi perkembangan bisnis, antara lain sebagai berikut :

1. Sebagai sarana mengenalkan produk baru
Pameran bisa digunakan sebagai ajang untuk mengenalkan produk baru, sehingga masyarakat luas mengetahui adanya produk baru yang Anda ciptakan. Selain itu Anda juga bisa mempromosikan produk dengan membagikan contoh produk, brosur atau pamphlet, serta kartu nama perusahaan. Sehingga makin banyak masyarakat yang mengenal produk Anda.

2. Mengenalkan produk dengan inovasi baru
Selain produk baru, pameran juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mengenalkan produk lama yang diberikan inovasi baru. Sehingga masyarakat luas mengetahui adanya pembaruan produk yang Anda lakukan, agar konsumen lama Anda tiak merasa bosan dengan produk yang sudah ada. Dan pelanggan baru juga bisa merasakan inovasi baru yang dimiliki produk Anda.

3. Memperkuat citra perusahaan
Jika produk Anda sudah berhasil diterima pasar, melalui pameran Anda dapat memperkuat image atau citra perusahaan. Tunjukan eksistensi perusahaan Anda dengan memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen, untuk meningkatkan empati masyarakat dan menanamkan citra baik perusahaan Anda dimata para konsumen.

4. Mengetahui informasi mengenai pesaing
Pameran bisanya diikuti banyak pelaku usaha, tidak menutup kemungkinan pelaku usaha di bidang yang sama juga mengikuti pameran tersebut. Kesempatan tersebut dapat Anda manfaatkan untuk mengetahui informasi mengenai perusahaan pesaing, dari mulai harga yang ditetapkan pesaing, produk unggulannya, peralatan yang digunakan, atau sekedar mengetahui perkembangan bisnis mereka.

5. Survey pasar melalui pameran
Melalui pameran Anda dapat melakukan survey pasar, dengan melihat seberapa besar minat pengunjung pameran terhadap produk Anda. Dari hasil penjualan selama pameran, dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi, dan untuk menentukan strategi bisnis ke depannya.

6. Meningkatkan kualitas SDM dan teamwork
Dengan mengikuti pameran, Anda juga menilai kualitas SDM serta teamwork yang Anda miliki. Setidaknya Anda bisa melihat kemampuan SDM marketing dalam melayani pengunjung dan melihat kemampuan kerjasama tim dalam meningkatkan penjualan produk selama pameran.

Saat ini kegiatan pameran sering diadakan oleh perusahaan event organizer, ini ada untung dan ruginya. Keuntungan adanya pameran yaitu para UKM terbantu untuk mengenalkan produknya, namun ada pula ruginya karena tidak semua pameran ramai dikunjungi konsumen. Oleh karena itu Anda harus jeli dalam memilih kegiatan pameran yang ditawarkan. Sebelum mengikuti sebuah pameran, Anda harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
  • Carilah informasi mengenai siapa, kapan dan dimana penyelenggara pameran tersebut. Biasanya pameran yang diselenggarakan organisasi besar, memiliki sumber daya dan strategi pemasaran yang lebih baik.
  • Cek terlebih dahulu mengenai jumlah pengunjung pameran. Ini bisa dilihat dari jumlah pengunjung pameran terakhir yang diadakan organisasi tersebut. Hindari pameran yang jumlah kunjungannya cenderung sedikit. Selain itu sebagai bahan pertimbangan, Anda juga bisa melihat testimoni dari para peserta pameran sebelumnya.
  • Berapa banyak stand yang ditawarkan dan berapa biaya yang ditawarkan. Sebelum Anda mengambil keputusan untuk mengikuti pameran, mintalah kepastian dari panitia mengenai jumlah stand yang diperbolehkan ikut pameran.
  • Tanyakan sarana pendukung pameran, jangan mengiyakan sebuah pameran jika Anda belum mengetahui tentang sarana promosi yang diberikan selama pameran berlangsung. Perhitungkan juga antara biaya yang Anda keluarkan untuk mengikuti pameran dengan sarana yang diberikan panitia. Bila dirasa tidak seimbang, lebih baik jangan mengambil pameran tersebut.

Strategi promosi melalui pameran, dapat Anda coba untuk memasarkan bisnis yang Anda jalankan saat ini. Dengan mengikuti pameran yang sesuai dengan kebutuhan sebuah bisnis , akan sangat membantu pemasaran bisnis yang Anda tekuni tersebut.
Semoga sedikit informasi pemasaran bisnis ini dapat bermanfaat, salam sukses.


~ chilo ~

Senin, 16 April 2012

Jalankan 4 untuk Wirausaha

Tidak jarang kita sering menjumpai seseorang yang mengatakan, "Saya akan mencoba berwirausaha suatu saat nanti." Tetapi ketika ditanya di lain waktu, orang tersebut masih mengatakan "suatu saat nanti." Alhasil mayoritas dari mereka justru  tidak pernah mewujudkan niatnya tersebut.

Kebanyakan dari orang kerap dibayangi oleh kekhawatiran akan risiko ini itu. Pikiran orang bahwa usahanya akan gagal sering kali lebih besar ketimbang keinginannya untuk menjadi pengusaha. Menurut Forbes, kemampuan untuk mengambil risiko untuk berwirausaha, sangat sedikit hubungannya dengan kepribadian seseorang. Mengambil risiko untuk berwirausaha lebih besar hubungannya terhadap bagaimana kemampuan aksebilitas dan bagaimana dia mengenal pengalaman berwirausaha.

Mereka yang dapat membayangkan dirinya sedang menjalankan bisnis, dialah yang sering bisa mewujudkan niat wirausahanya. Sedangkan mereka yang selalu dibayangi kekhwatiran bahwa wirausaha adalah sebuah hal yang menakutkan, yang penuh risiko, akhirnya tidak pernah mewujudkan niatnya.

Berikut empat tips yang diharapkan bisa membantu mewujudkan niat wirausaha Anda:

Pertama, cari teman-teman baru. Salah satu cara terbaik untuk mempelajari wirausaha adalah dengan berteman dengan sejumlah pengusaha. Tidak musti berteman dengan pengusaha yang kaya, tetapi bertemanlah dengan pelaku usaha yang biasa di mana dia bekerja untuk dirinya sendiri. Mulai dengan bergaul dengan pengusaha yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Itu bisa membantu menciptakan pemikiran, "Jika mereka bisa, maka saya juga."

Bertemulah dengan pelaku usaha dari berbagai industri. Semakin beragam gaya kewirausahaan yang ditemui, maka semakin kaya pengalaman kita.

Lantas bagaimana jika kita tidak kenal satu orang pun pengusaha? Mulailah bertanya dengan orang-orang untuk mengenalkan Anda ke sejumlah pengusaha. Bisa juga dengan mengikuti sebuah kelompok lewat LinkedIn atau Facebook. Cari teman pelaku usaha dari sana. Siapa tahu Anda bisa banyak bertemu pengusaha lewat jejaring sosial tersebut.

Kedua, pilih sejumlah pelaku usaha sebagai panutan. Pelaku usaha yang dijadikan contoh kiranya yang sudah terbukti kesuksesannya di dunia usaha. Mungkin kita tidak bisa berbincang dengan mereka secara dekat, tapi kita bisa melakukan analisa kesuksesannya. Kita bisa memilih sejumlah merek ataupun perusahaan yang kita sukai.

Lalu, coba telaah pemilik usahanya melalui banyak hal seperti situs perusahaannya dan profil pengusahanya di media atau artikel lainnya. Bahkan mungkin ada buku mengenai otobiografi pengusaha tersebut yang bisa kita baca. Pelajari kepribadiannya dan gaya kepemimpinannya yang telah sedemikian rupa membentuk mereka atau perusahaan yang dijalankannya.

Ketiga, coba senangi bisnis kecil sebagai seorang pelanggan. Selain berteman dengan pengusaha, penting juga untuk berhubungan dengan bisnisnya. Tidak perlu langsung berpikir sebuah bisnis besar. Coba lirik sebuah bisnis kecil atau bisnis yang baru saja dimulai yang Anda sukai.

Cari tahu pengalaman atau cerita pemilik usahanya. Apa yang mereka lakukan untuk menjadi berbeda. Lantas berpikirlah sebagai seorang konsumen karena dengan cara itu Anda bisa tahu apa yang menarik yang kiranya bisa diambil sebagai masukan untuk usaha Anda.

Keempat, melawan mitos berbicara bisnis. Maksudnya, sering kali calon pelaku usaha berpikir bahwa dibutuhkan pengetahuan dan keahlian yang mumpuni untuk memulai usaha. Padahal tidak perlu menjadi lulusan MBA untuk berwirausaha.

Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan berbisnis? Coba berlangganan sebuah majalah bisnis dan baca sesuatu yang Anda suka. Melalui hal itu, Anda bisa melihat bagaimana seseorang mengembangkan bisnisnya ataupun bagaimana menangani suatu masalah dalam berbisnis.

Jika Anda telah mulai berteman dengan pelaku usaha, belajar banyak dengan membaca apa pun, berpikir lebih mengenai seperti apa menjadi seorang pengusaha, maka Anda akan tahu bahwa berbisnis tidak semenakutkan yang Anda pikir selama ini. Anda pun tidak perlu menunggu suatu waktu untuk menjadi wirausahawan, tapi sesegera mungkin.


Sumber : Forbes

6 Tips Menjalani Bisnis Secara Edan

Artikel ini dapat anda baca sebagai lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu Ide dan Tantangan. Dengan mengandalkan otak manusia sebenarnya kita dapat mengeksplorasi sebuah ide yang benar-benar unik dan luar biasa. Bahasa kerennya sekarang memulai bisnis tanpa modal. Sebenarnya bukan tanpa modal tapi pakai OTAK. Jadi anda punya OTAK nggak? Bila merasa punya OTAK, yuk lanjut…..hehhehe…

Saya benar-benar kagum kepada JK Rowling sang penulis novel dan film laris Harry Potter. Yang benar-benar hanya mengandalkan pena, computer dan sentuhan imajinasi. Dapat menghasilkan karya yang benar-benar luar biasa. Bukan hanya luar biasa tetapi dapat membalikkan kehidupan begitu cepat. Dari seseorang yang hanya biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Jutaan dolar sudah mengalir begitu deras ke kantongnya.

Ah, seandainya kita semua mampu seperti JK Rowling? Apakah mampu? Yo, tentu saja mampu. Dia manusia, saya dan anda juga manusia. Bedanya? JK Rowling mampu memberdayakan Potensi SDM yang Tuhan berikan secara GRATIS. Lha, saya ini hanya baru sebatas TAHU dan MENGERTI saja.

Ketika ada ide memulai bisnis. Mulai deh pikiran menjadi cenat-cenut kayak bebek. Terbayang kesulitan-kesulitannya. Mulai dari malas, nggak ada modal,  bukan keturunan pengusaha, nggak ada nasib buat jadi pengusaha. Terakhir nyalahin Sang Pencipta. Aduh kok begini sih diriku selama ini?

Syukurlah doaku terjawab. Ketika aku bertemu dengan salah seorang pengusaha sukses yang mau mengajari diriku. Bagaimana memulai bisnis yang baik dan benar? Dan sebagian sudah saya tweet melalui @dak1973.

Kunci 1 # : Mulailah dari yang kecil, tapi fokus pada hasil yang besar

Ini sebagai Mindset Dasar bila mau jadi seorang pebisnis yang tangguh. Sesuatu yang kecil bila kita lakukan secara konsisten dapat membuat kita menjadi kaya. Bila anda sebagai seorang pedagang, tidak punya produk yang bagus. Cobalah mencari orang yang mampu menghasilkan produk yang bagus. Ajak kerja sama. Bila perlu anda pasarkan produknya. Walaupun untungnya masih kecil. Tidak masalah, itu bagus buat anda memulai bisnis..

Kunci 2# : Tindakan yang secara konsisten akan membuahkan HASIL

Ini yang sering dilupakan setiap orang. Kebiasaan pengulangan adalah salah satu  kunci untuk membuat anda bertumbuh. Dengan sabar dan tekun anda butuh dan perlu konsisten kepada sebuah bisnis dulu. Biarkan dia besar dan tangguh. Jangan pernah melihat rumput tetangga lebih hijau. Fokus kepada bisnis Anda dan buatlah jadi besar.

Kunci 3# : Fokuslah pada solusi bukan masalahnya

Manusia hidup dengan masalah. Jadikan setiap masalah adalah sebagai sebuah bagian dari perjalanan bisnis anda.

Ada pengusaha yang demikian heboh ketika karyawannya tidak dapat diatur jam kerjanya. Dia mulai gelisah dan khawatir. Mulai memikirkan mengapa karyawannya kok dapat berbuat begitu. Bukan hanya satu karyawan melaikan hampir seluruh karyawannya berbuat demikian. Si pengusaha sibuk mencari mengapa masalah ini dapat terjadi kepada perusahaannya. Mulai dari jasa konsultasi bisnis berskala local dan nasional sudah dicobanya semua. Tapi hasilnya nol besar.

Sementara itu ada pengusaha lain yang demikian santainya. Setiap pagi dia cukup berkoordinasi dengan para managernya. Baik bertatap muka ataupun cukup melalui telepon. Dia percaya kepada setiap managernya bahwa setiap masalah mempunyai solusinya.

Bila anda sebagai pengusaha fokuslah kepada solusi menyelesaikan masalah. Bukan focus kepada masalahnya. Daripada menyalahkan salah siapa, banyak memakan waktu, tenaga dan biaya. Alangkah baiknya dicarikan solusinya secara bersama.

Kunci 4# : Satu orang hanya satu ide, satu TEAm bertabur IDE

Ini bagian yang paling penting. Sebagai seorang pengusaha kita sering kehabisan ide. Mentok gitu lho? Gimana jalan keluarnya? Gampang kok. Kumpulkan team dari perusahaan anda. Paparkan masalah yang dihadapi. Bila ada ide yang nyeleneh dan aneh sumbangan dari karyawan anda. Berikan Gratis coklat satu batang, Gratis biaya pulsa selama sebulan, GRATIS makan siang bersama direksi selama seminggu, GRATIS antar jemput dari rumah ke kantor pakai mobil yang mewah…..anda boleh tambahkan beberapa ide yang lain. Semakin aneh ide tersebut semakin baik.

Dengan cara saling sumbang ide dari karyawan. Mulai dari paling rendah, setingkat office boy sampai direksi. Membuat perusahaan anda menjadi kuat rasa memilikinya. Dan percayalah yang namanya ide tidak ada habisnya. Apalagi ide berjemaah.

Kunci 5#: Menjalankan sendiri hanya membuat pusing, menjalankan bersama-sama membuat kita senang dan jalan-jalan

Bila semua bisnis itu tergantung sama direkturnya. Wah, mungkin direkturnya dapat turun berat badannya. Alangkah baiknya anda delegasikan kepada beberapa orang tepat. Kuncinya adalah percaya.

Coba lihat di beberapa pasar dan toko tradisional. Yang masih dikelola secara turun temurun. Walaupun tokonya maju. Biasanya yang empunya toko semakin terikat dengan kursinya. Padahal nggak ada talinya lho. Setiap hari harus buka. Mulai dari order barang, melayani pembeli, pembukuan, buka dan tutup toko. Semuanya dilakukan empunya toko atau keluarganya. Walaupun dia punya uang tapi tidak dapat senang-senang.

Ubahlah konsep bisnis ini secara perlahan-lahan. Biar semakin maju, anda semakin bebas dari waktu. Sehingga bisnis anda jalan, anda dapat jalan-jalan. Kok ada uang, nggak dapat dinikmati. Kacian deh lo…

Kunci 6#: Menjalankan bisnis tu seperti mendandani wanita cantik sehingga banyak pria yang datang mendekat

Wanita yang cantik tu banyak didekati pria. Cobalah lihat kondisi kantor anda mulai dari perabotannya, kebersihan kantor, suasana ruangannya, bagian pelayanan dll. Bila anda sebagai tamu apakah anda nyaman datang ke kantor anda sendiri? Kira-kira apa saja yang perlu anda upgrade di kantor supaya orang betah berkunjung dan membeli di kantor anda?

Mungkin saja dengan melakukan pengecatan ulang, berikan warna-warna yang dapat membikin fresh. Atur ulang susunan meja di kantor, bila perlu coba lihat karyawan-karyawan yang berhadapan langsung dengan konsumen anda. Mulai dari cara berkomunikasinya, penampilannya, bahasa tubuhnya apakah masih pas dengan target market anda?

Bila ada yang kurang cocok. Cobalah upgrade. Mulai dari tata busananya, penampilannya, cara berkomunikasi dll.  Bila sudah waktunya anda mengirim file dengan internet, cobalah mulai mempersiapkannya. Karena kecepatan juga menjadi factor penentu dalam berbisnis di zaman sekarang.

Inilah beberapa ide yang saya dapatkan dalam mulai berbisnis. Mungkin beberapa ide ada kurang pas buat anda. Tidak masalah. Namanya juga berbagi. Selamat berbisnis.


Selasa, 27 Maret 2012

ENTREPRENEUR HARUS OPTIMIS


Dalam situasi ekonomi sesulit apa pun, saya rasa seorang entrepreneur atau wirausahawan harus tetap optimis dalam menggeluti bisnisnya. Sebab, sesungguhnya keberanian seseorang entrepreneur dalam menggeluti bisnisnya adalah terletak pada optimisme. Dengan tetap optimis, kita akan tetap termotivasi dan cemerlang dalam memanfaatkan setiap peluang bisnis.

Bukan sebaliknya, pesimis. Sebab, sikap pesimis itu akan membuat semangat berwirausaha kita menjadi runtuh. Hal semacam itu jelas kalau bakal merugikan kita. Saya rasa wajar manakala dalam menggeluti bisnis kita, ada saja masalah yang timbul pada setiap harinya. Tinggal bagaimana sikap kita masing-masing.

Bila kita menghadapinya tidak dengan pikiran yang segar, dengan tidak optimis, maka tentu saja kita akan dihadapkan pada situasi pikiran yang rumit, terlalu tegang dan akhirnya bisa stress sendiri. Bahkan, idea atau gagasan kita yang cemerlang tiba-tiba berhenti, dan pada akhirnya merembet pada sikap kurang percaya diri. Sehingga dalam setiap kita melakukan negosiasi bisnis akan selalu grogi.

Tetapi coba bandingkan, bila kita tetap punya optimisme yang tinggi, meski diterpa “angin keras” apa pun kita tetap optimis, baik dalam bisnis maupun kehidupan sehari-hari, maka kita akan menjadi seorang yang selalu optimis dalam mengarungi masa depan. Kita pun menjadi tidak mudah terkejut oleh berbagai kesulitan apa pun. Bahkan kita akan tertantang dan selalu berusaha mencari jalan pemecahannya yang terbaik.

Dengan pemikiran yang optimis itu, kita juga akan lebih bisa menggunakan imajinasi untuk meraih kesuksesan atau keberhasilan. Dengan demikian, optimisme akan meningkatkan kekuatan atau kemampuan kita dalam berusaha dan akan menghentikan alur pemikiran yang negative. Namun kalau kita cenderung suka berfikir negative, maka pasti akan memenuhi banyak kesukaran. Justru dengan optimisme, kita selalu akan terdorong untuk berfikir positif. Saya rasa berfikir positif adalah suatu cara terbaik untuk mempromosikan percaya diri, dan menghimpun energi positif. Sebab fikiran kita merupakan sumber-sumber idea tau gagasan yang paling berharga jika kita mau berfikir secara positif. Itu sebabnya, mengapa sikap mental positif (positive mental attitude) seorang entrepreneur itu menjadi penting.

Sumber dari Purdi E. Chandra